Jumat, 10 Februari 2012

806 ...

Ketika sedang mendaki gunung , Hamidi bertemu nenek yang berjalan mondar-mandir dibibir jurang sambil mengatakan " 806..806..806.." tanpa henti dan terus melihat ke dasar jurang . 

Dengan penasaran , Hamidi bertanya pada si nenek " Ada apa nek ? Dari tadi saya dengar nenek selalu bicara angka 806 , emangnya ada apa dengan angka itu ?" 
Tetapi si nenek terus mengatakan 806....806....806 tanpa menghiraukan Hamidi . 
Dengan penasarannya Hamidi mendekat dan mengulangi pertanyaannya , tapi si nenek tetap cuek dengan 806-nya dan terus melihat ke dasar jurang . Dengan penasaran Hamidi lebih mendekati si nenek dan ikut melihat ke dasar jurang . 

Dengan tenangnya si nenek mendorong Hamidi kedasar jurang , lalu berkata "807...807...807.."












Fakta : Salah satu yang menyebabkan kita gampang marah dan mudah "naik pitam" adalah saat kita capek atau letih . Untuk itu sangat disarankan untuk menghindari berdiskusi atau mengobrol dan mengerjakan sesuatu jika anda merasa letih . 

Jika dipaksakan , bukan hanya kita yang tidak nyaman , orang yang bekerja sama dengan kita pun  akan merasa kecewa dan hasil kerjapun tidak akan maksimal .

Supeermann Ueedddaann !!

Seorang Turis dari Indonesia sedang berwisata ria di New York , Amerika . Pada hari itu , ia melewati Empire State Building , salah satu gedung tertinggi di dunia . Si turis tercengang melihat gedung itu hingga tanpa ia sadari tiba - tiba seorang pria asing datang menghampiri dan menegurnya . 

" Hai ... gedung yang indah ya ...," kata sang Pria . 
" Ya ... sangat indah dan tinggi sekali, " sahut balik sang turis . 

Si Pria asing lalu berkata, " Hei... kamu tahu tidak kalu kamu lompat dari jendela lantai paling atas , kamu bisa melayang karena gravitasinya sangat kecil." 
Tentu saja si turis tidak percaya begitu saja, " Ah mana mungkin. Gravitasi di mana ssaja kan sama . Kamu jangan ngibulin saya , yah!" 

Dengan nada menantang si pria menyahut si turis , " Kalau kamu nggak percaya , lihat saya ya . Saya akan masuk ke gedung ini dan lompat dari jendela paling atas." 
Setelah sekian lama menunggu ,  akhirnya sang pria asing itu terlihat di jendela lantai paling atas Empire State Building . Ia melambaikan tangannya kepada sang turis dan si pria melompat . Benar ... dia melayang ! 

Si turis heran apa benar gravitasi diatas lebih kecil sehingga bisa melayang ? Lalu setelah sekitar 1-2 menit melayang , si pria asing kembali masuk ke jendela dan kembali menemui si turis . 
" Nah bagaimana ?? Saya tidak bohong kan ?? " sahut si pria . 

Si turis masih terheran, " Iya , kamu tidak bohong . Tapi , bagaimana bisa ?" 
Si pria berkata , " Sudah saya bilang , gravitasi diatas sana lebih kecil . Kamu mau mencoba ?? " 

Si pria asing menunggu dibawah , dan si turis pun naik sampai diatas gedung . Sama seperti pria tersebut , diapun melambaikan tangannya dan siap  terjun . Namun , dalam hati si turis masih sedikit ragu ... apa benar gravitasi disini lebih kecil ?? Lalu dia mengambil keputusan dengan patokan kalau pria itu bisa  mengapa saya tidak . Sekonyong - konyong si turis melompat dan ... ternyata si turis jatuh alias tidak bisa melayang...dan ia mati seketika . 
Lalu orang-orang berkerumun mengelilingi sang turis yang mati . Tidak lama kemudian polisi New York pun datng dan melihat sang pria dekat si turis yang mati . 
Polisi New york yang kenal pria itu menggelengkan kepala sambil berkata " Superman , sudah berapa kali saya katakan , jangan keterlaluan kalu bergurau dengan turis disini "