Rabu, 17 Desember 2014


























Judul Buku          : Laskar Pelangi
Penulis                  : Andrea Hirata
Negara                  : Indonesia
Bahasa                  : Indonesia
Penerbit Pustaka : Yogyakarta : Bentang
Tanggal terbit       : 2005
Halaman               : 529 halaman

RESENSI
Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005.
Novel ini menceritakan tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah  di sebuah sekolah Muhammadiyah di pulau Belitung. Sekolah tersebut bisa dibilang sekolah sukarela karena yang  bersekolah disana hanyalah anak-anak dari keluarga berketerbatasan, mereka diantaranya :
1      ) Ikal
2      ) Lintang
3      ) Sahara
4      ) Mahar
5      ) A Kiong
6      ) Syahdan
7      ) Kucai
8      ) Borek alias Samson
9      ) Trapani
10  ) Harun
Mereka bersekolah secara tercampur. Belajar di kelas yang sama, dan dengan guru yang sama. Mereka menyebut diri mereka sebagai Laskar Pelangi atas usulan dari salah satu guru mereka.
SINOPSIS
Cerita ini berasal dari Pulau Belitung. Bermula ketika sekolah Muhammadiyah yang akan dibubarkan oleh pemerintah setempat jikalau jumlah muridnya tidak mencapai 10 anak. Pada saat itu, baru hadir 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan dan tepat ketika Pak Harfan sebagai kepala sekolah akan berpidato untuk menutup sekolahnya, tiba-tiba Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri ke sekolah tersebut. Semua orang senang karena itu berarti sekolah Muhammadiyah tidak jadi dibubarkan.
Walaupun mereka anak-anak yang berketerbatasan, mereka tetap bersemangat dan bisa mengharumkan nama sekolah mereka dengan berbagai cara. Misalnya, kemenangan mereka pada karnaval 17 Agustus karena ide cemerlang Mahar, dan kejeniusan Lintang yang bisa memenangkan lomba cerdas cermat. Mereka tidak pernah mengenal kata putus asa.
Laskar Pelangi melalui hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama dan kisah ini diringkas dengan apik oleh Andrea Hirata yang berhasil menghipnotis para pembacanya untuk  ikut merasakan semangat para 10 anggota Laskar Pelangi dan turut merasakan pendereritaan  yang mereka rasakan.









ISI
Tokoh - tokoh
-        Ikal                        : Dalam cerita ini, Ikal selalu menjadi peringkat kedua dan  mempunyai teman sebangku, bernama Lintang.  Ikal terlihat bahwa ia senang pada sastra dan senang menulis puisi.
-        Lintang                 : Lintang adalah anak yang sangat jenius. Ia adalah anak yang paling aktif di kelas, dan mempunyai cita-cita sebagai ahli matematika.
-        Sahara                   : Sahara adalah satu-satunya gadis di anggota Laskar Pelangi. Sahara adalah anak yang keras kepala yang berpendirian kuat dan sangat patuh pada ajaran agama. Namun, ia adalah anak yang ramah dan pandai.
-        Mahar                   : Mahar sangat menyukai dunia seni. Ia tidak pernah  pantang menyerah dan selalu bersemangat.
-        A Kiong                : Satu-satunya anak keturunan Tionghoa dan menjadi pengikut sejati Mahar. Ia baik hati dan suka menolong pada siapapun.
-        Syahdan               : Syahdan adalah anak yang cerita dan tidak pernah membuat masalah. Ia mempunyai cita-cita menjadi seorang aktor.
-        Kucai                    : Mempunyai jiwa kepemimpinan karena selalu terpilih menjadi ketua kelas. Walaupun ia memiliki kekurangan pada penglihatannya, itu  tidak pernah menghalanginya.
-        Borek                    : Tokoh ini satu-satunya yang selalu menjaga citranya sebagai laki-laki macho yang berotot.
-        Trapani                 : Dia adalah tokoh yang tampan, baik hati, dan sangat menyangi ibunya.
-        Harun                    : Tokoh yang memiliki keterbatasan mental sejak kecil.
-        Bu Muslimah       : Seorang pengajar yang lembut dan baik hati.
-        Pak Harfan           : Kepala sekolah yang sangat baik hati dan sabar.


Kelemahan
Novel ini mempunyai beberapa kelemahan, pertama alur cerita tidak jelas sehingga menyulitkan pembaca untuk memahami bagaimana alur cerita novel tersebut. Kedua, ada beberapa kalimat yang menggunakan bahasa ilmiah dan bahasa yang tinggi. Ketiga, tidak diceritakan secara detail kapan tahun cerita itu terjadi.
Kelebihan
Novel ini sangat membangun dan mengajarkan kita betapa banyaknya orang yang tidak lebih beruntung daripada kita namun masih mempunyai semangat yang lebih besar daripada kita. Novel itu juga mengajarkan arti penting sebuah persahabatan.















PENUTUP
Banyak pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari novel Laskar Pelangi, terutama mengajarkan kita untuk lebih tau arti kata bersyukur. Novel itu juga mengajarkan kita untuk pantang menyerah bila kita menginginkan sesuatu dan tidak ada yang tidak mungkin apabila kita mau berdoa dan berusaha. Segala sesuatu yang kita lakukan, kita sendiri yang akan memetik hasilnya. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi, jika kita tidak mecobanya terlebih dahulu.
Ayo sebagai generasi bangsa kita patut mencontoh sikap para Laskar Pelangi. Jangan pernah takut akan gagal jika belum mencobanya. Karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar