Senin, 16 Februari 2015

Gejolak Bumi

Kencang
Bergetar
Ribut
Padam

Tahukah kau?
Dengarkah kau?
Rasakan......
Bumi menangis

Wahai manusia bumi
Mengapa engkau hanya terdiam?
Kopi yang hangat kau sanjung
Bahagia semesta kau lindung

Wahai akar yang bergejolak
Disini kau tak tahu
Bumi murka pada sang sembrana
Bumi menangis dan kita hanya terdiam

Sadarlah kita!
Aku hanya merangkak dengan dusta
Lumpuh dan padam seakan tak berdaya
Jiwa tak berarti adanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar